PantunKasih Sayang Ibu Bapa Nashcxt from sayur si daun bidara,. Kepada ibu dan juga bapa. Pantun pujian kepada orang tua. Pantun ibu ini merupakan salah satu rangkaian dari pantun nasehat. Antara sebabnya ialah semakin banyak kerat pantun itu, semakin susahlah dikarang,. Pengucapan pantun kasih sayang ibu bapa. PantunBerbakti Kepada Orang Tua. 1. Cari peti di tangah gua. Guanya gelap tiada pelita. Mari berbakti kepada orang tua. Sebab tanpanya, kita bukan apa-apa. 2. Bawa tenda Takada orang tua membiarkan anak Lari mencari kasih sayang Ketempat- tempat yang punya kemaksiatan Karena kasih sayang itu Kunci kebahagiaan. 2 April 2016-----Demikianlah puisi tentang kasih sayang yang terlewatkan, baca juga puisi puisi yang lain yang ada di blog ini, semoga puisi kasih sayang diatas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa Pantunkasih, kasih ibu membawa ke syurga kasih ayah sepanjang masa. Pengucapan pantun kasih sayang ibu bapa ; Orang tua dan selalu menasehati agar kita Pantunkasih sayang orang tua. Kumpulan pantun cinta romantis untuk bantu kamu sampaikan perasaan. Seperti kata pepatah, cinta memang buta, segala cara dilakukan Jasaibu bapak tak terhitung,. Mengenang jasa ibu dan bapa, air mata jatuh berlinang. Jasa ibu tidak akan pernah terbalas sampai kapanpun, . Kumpulan pantun berbakti Orangyang muda kita sanjungi. Orang yang tua kita hormati. 26. Berangkat pagi demi upacara. Upacara di hari Senin. Keluarga itu selalu ada. Disaat kita kesusahan. 27. Habis dua itu angka Orangtua siap berkorban apapun untuk kita, dalam perjalanan hidupnya tidak pernah ada rasa letih untuk anak-anaknya. Sayang kainnya terkoyak ditepi, kasih ibu membawa ke syurga, Kasih ayah kekal abadi. Sekian pantun keluarga semoga bisa bermanfaat untuk anda, dan terima kasih sudah mendownload aplikasi kami,. Bagikan. HbTeeq. Pantun orang tua biasanya berisikan nasehat dan adat istiadat. Selain pantun orang tua yang dikenal juga pantun anak-anak dan pantun kanak-kanak adalah pantun teka-teki dan pantun jenaka. Selain itu ada pula pantun sukacita dan pantun remaja adalah pantun percintaan, pantun berkasih-kasihan, dan pantun dagang atau pantun nasib bawah ini adalah beberapa contoh pantun orang pantun orang manis buah pepaya,Kalau matang warnanya merah. Jika hidup ingin bahagia,Banyak-banyak biru kini terang,Bumi bergoncang karena dahulu sampai sekarang,Ajaran baik jangan Minggu memakai batik,Batik putih bercampur merah. Hati baik perilaku baik,Masa depan tentu melati tumbuh di lembah,Tempat bermain si anak rusa. . Bila hati selalu gundah,Bisa jadi karena baru di dalam tampah,Gelas jatuh tentu gunanya harga melimpah,Kalau caranya tidak dara turun rawa,Terbang tinggi ke atas awan. Belajarlah dari yang tua,Orang tua banyak cahaya dari surya,Naik darat anak buaya. Jika hidup sederhana,Hati ini penuh indah batu permata,Peti kayu ada kainnya. Kepada Allah kita meminta,Bukan kepada selain-Nya. ke Belanda,Mumpung libur hari raya. Kerja keras di masa muda,Hidup nyaman di hari tua. sekali kota Kendari,Memandang indah bunga melati. Bersih hati dari iri,Itu tanda iman di orang tua kepada yang muda. Orang tua biasanya banyak pengalaman. Ada pengalaman yang bodoh dan ada pula yang pengalaman itulah mereka banyak belajar. Sehingga mereka bisa memberi nasehat kepada remaja ataupun anak-anak ini salah satu nasehat orang tua kepada anak muda. Padang ke Brastagi,Naik Bukit berhati-hati. Batang usia telah tinggi,Jangan sesali dalam hulu ke Sungai Lahat,Mendayung sampan bergembira. Selama badan masih sehat,Belajarlah dengan manis suka bergaya,Tetap cantik menjadi dara. Masa muda foya-foya,Di hari tua hidup segar rerumputan,Halaman rumah orang kaya. Hati harus penuh iman,Usah tergoda rayuan dunia. kota hendak pindah,Begitu hidup kawanan lebah. Masa muda untuk ibadah,Supaya hidup penuh sunyi suara serangga,Hujan turun dengan lebat. Berbuat baik pada tetangga,Supaya banyak teman berlayar ke Sebatik,Perut lapar makanlah roti. Jaga lisan dengan yang baik,Supaya tak ada yang sakit hati. kue dari pasar,Kue manis satu kotak. Bersahabat itu harus sabar,Agar persahabatan tak retak. hari membaca mushaf,Tanda hamba tekun ibadat. Jadilah engkau pemaaf,Berbuat baik jadi adat. 20. Siang hari udara hangat,Pergi ke pasar teman berlima. Dendam lama usah diingat,Memaafkan lebih Itu Untuk BeribadahOrang yang beribadah hidupnya lebih mudah. Mereka hidup dalam ketentraman. Jika mereka kayak mereka akan bersyukur. Dan apabila mereka miskin mereka akan itu merupakan kebaikan. Dengan sabar dan syukur seseorang bisa berbahagia di dunia dan di puisi juga madah,Ditulis oleh penyair tua. Hidup itu untuk ibadah,Bukan untuk berhuara-hura. gunung pandang lembah,Turun ke tanah amat rendah. Jika hidup selalu ibadah,Hati tenang tiada hari hirup udara,Ekor burung panjang sejengkal. Dunia ini sementara,Sekedar untuk mencari jati berjajar lima,Tempat main anak rusa. Apa gunanya berlama-lama,Jika hidup menumpuk kecil banyak ikan,Arwana datang dari Irian. Salat harus ditegakkan,Bila surga jadi impian. dicipta oleh Yang Esa,Terbentang luas amat indah. Bulan Ramadhan kita puasa,Alangkah nikmat berlayar seberangi selat,Hujan turun mulai lebat. Bangun malam tegakan shalat,Kepada Allah kita adil kepada rakyat,Dari Timur pergi ke Barat. Jauhi dosa dan maksiat,Supaya hati tidak merah tangkai berduri,Buah mangga buah kueni. Kemana bahagia kita cari,Pada agama yang lurus ini. di balik batu semut bersarang,Menggali tanah di dasar lembah. Sebesar-besar jasa orang,Tak sebesar jasa ayah. Pantun nasehat tauhid Manusia wajib bertauhid, mengesakan Allah semata-mata. Yang berikan semua bentuk ibadah hanya kepada Tauhid orang bisa masuk surga. Dan apabila tidak bertauhid mereka kekal di terpercik pada muka,usap-usap oleh Adinda. Supaya Tuhan tidak murka,Jangan sakiti ayah bunda. cinta membuat madah,Persembahan Belahan orang beribadah,Ibadah kepada Tuhan yang Esa. Elok bunga di taman,Di bawah cahaya begitu terang. Alangkah elok orang beriman,Akhlak mulia disenangi orang. Musi akhirnya berhenti,Mengalir indah di wajah sakit bercerai kasih,Bagaikan api dalam sekam. mawar bunga melati,Lebih indah bunga dahlia. Cinta itu di dalam hati,Terurai lewat laku kata. tuna enak di Pindang,Kirim keluar memakai begitu engkau memandang,Kalau memandang dari hati. pohon dengan parang,Pohon Tinggi pohon akhlak sangat kurang,Bagaimana jiwamu tenang. 38. Tegal Gubug pasar kain,Walau bagus murah harganya. Sembahlah Allah dengan yakin,Sembah sujud kepada-Nya. terang naik ke bukit,Sakit kaki badan orang menanggung sakit,Tak sesakit menanggung rindu. indah badan rusa,Harga mahal tak sembahyang jadi biasa,Alamat badan mendekat surga. Pantun orang tua dan maknanyaTidak semua pantun dimengerti oleh anak-anak. Oleh sebab itu kadang-kadang kita juga harus memberikan diberi keterangan berupa makna, maka anak-anak akan mengerti apa yang disampaikan oleh orang tua. Melati tanam Jati,Untuk bekal esok lusa. Hamba berjanji di dalam hati,Hanya menyembah Tuhan yang Esa. Maknanya kita hanya menyembah Tuhan Yang Esa, bukan menyembah selain-Nya. jauh ke belantara,Bukittinggi ke Tapanuli. Jauh surya panas membara,Jauh hati siapa peduli. Maknanya jika orang sudah tidak menyukai satu sama lain, maka mereka susah menjadi teman dekat. turun di rumah pun basah,Hari ini hari Selasa. Bersabar itu memang susah,Berlatihnya sepanjang masa. Maknanya menjadi penyabar itu memerlukan latihan yang lama. ke pulau Jawa,Singgah dulu buka Karimata. Lautan dalam diselam jua,Bila ingin mendapat kita harus bekerja keras untuk mendapatkan kesuksesan. enak sate Meranti,Bara mati tolong kipaskan. Mengharapkan burung terbang tinggi, punai di tangan dilepaskanMaknanya mengharapkan sesuatu yang besar namun tak pasti dengan menyia-nyiakan apa yang sudah ada di tangan. datang berseri-seri,Menerangi alam dunia. Cantik mawar penuh duri,Tangan dekat bisa Tidak semua yang terlihat bagus itu berhati baik. Bisa jadi justru dia melukai diri dingin minumnya hangat,Hujan turun selalu lebat. Kenangan lama selalu teringat,Budi baik menjadi Jadilah orang yang baik sehingga kita akan selalu diingat oleh orang Jati indah diukir,Daun meranggas sampai habis. Langit mendung banyak petir,Tapi hujan hanya Jangan jadi orang yang banyak berbicara namun sedikit Ke Hulu, berenang-renang dahulu. bersenang-senang Keberhasilan bisa dicapai dengan kerja ketupat berhati-hati,Jangan tumpah kotori pipi. Jika akhirat di dalam hati,Dunia ini pasti adalah Orang yang mengutamakan akhirat akan mendapatkan kecukupan dunia maupun Tentang KesehatanMungkin pantun di bawah ini mirip dengan pantun tentang kesehatan. Kesehatan merupakan nasehat agar kita menjaga dan memelihara kita simak satu persatu tu pantun nasehat di bawah ini. makan ketan,Duduk santai berduaan. Bila ingin sehat badan,Jangan suka banyak lautan tak terukur,Lalu lalang perahu bahtera. Banyak-banyaklah bersyukur,Jika sehat badan Gedong sungguh ternama,Terkenal lezat enak rasanya. Kesehatan itu lebih utama,Daripada setumpuk suka rempah-rempah,Yang ditanam di perbukitan. Apa gunanya harta melimpah,Kalau badan apa melamun sendiri,Hidup ini sungguhlah badan disyukuri,Dengan banyak berlibur pergi ke kota,Mencicipi aneka ditanya kesehatan kita,Untuk apa kecil dibuat tangga,Untuk naik ke rumah rawa. Pagi hari berolahraga, sehat jasmani sehat jati berjajar lima,Tengahnya rusak sampai berongga. Lari pagi bersama sama,Murah meriah sehat sakit Tertusuk Duri,Karena hendak melompat susu setiap hari,Pikiran terang badannya jantan punya taji,Kalau tarung tak mau makanan yang bergizi,Agar sehat sampai Orang Tua untuk anak sekolahSekolah merupakan sarana pendidikan. Dalam pantun pendidikan yang pernah kita buat, kita mengetahui bahwa dengan bersekolah kita berilmu. Oleh sebab itu jangan sampai kita menjadi orang yang tidak berilmu. Orang-orang yang pandai biasanya mereka senang belajar, belajar di rumah, belajar di sekolah, bahkan hati mereka rindu sekolah untuk menuntut ilmu. Terlebih apabila kita memiliki seorang guru yang penuh dengan kasih sayang. Mengajarkan ilmu dan berharap bahwa kita menjadi orang yang hebat di masa juga akan memiliki sahabat dan persahabatan. Semua itu terjadi ketika kita belajar di ini merupakan pantun nasehat untuk anak sekolah. Baik yang duduk di sekolah dasar, SMP, maupun SMA atau Dari utara ke selatan,Menebang kayu jadikan papan. Sekolah bagai jembatan,Jalan ke arah ke masa ribut berputar-putar,Menerpa sebatang pohon sekolah kita belajar,Baik ilmu baik akhlak. hidupnya rukun,Memberi hadiah sebungkus kurma. Carilah ilmu dengan tekun,Sebab itu suruhan cantik ujung berenda,Sungguh indah dipandang mata. Kalau ilmu di dalam dada,Tunaikan semampu kita. lebat mulai melanda,Membasahi segenap banyak yang mau di dada,Makin lapang hidup kita. dingin tidur nyenyak,Rupanya terang karena sang ilmu telah banyak,Ilmu akan menjaga warna awan,Melintasi pohon pinang. Hafalkan olehmu Alquran,Supaya hati merasa kota Naik delman,Pulangnya membeli udang. Hadis nabi jadi pedoman,Penunjuk jalan terang nyamuk gigitannya,Terbang jauh ke belantara. Bukan untuk mencari dunia,Ilmu itu untuk kecil untuk Adinda,Sungguh senang bahagia dalam ilmu di dada,Makin tawadhu di hadapan manusia. Pantun Orang Tua Bertemakan Bersyukur atas NikmatAir putih dan kesehatan merupakan nikmat dari Allah. Begitu pula hal-hal lainnya yang kita terima didalam hidup keluarga, pendidikan, waktu luang, ilmu pengetahuan,persahabatan, harta, bahkan ujian hidup ini merupakan nikmat dari dapat berupa dicabutnya kesusahan di dalam hidup. Bisa pula dengan diberikannya kemudahan dalam hidup ini. Barangsiapa yang bersyukur maka Allah akan menambahkan nikmatnya tadi. Ini merupakan kepastian. Misalnya kita mensyukuri harta yang kita terima. Maka Allah akan menambahkan keberkahan pada harta kita mensyukuri nikmatnya keluarga. Maka Allah akan menambahkan kenyamanan dan kesenangan di dalam keluarga sebab itu jauhilah sifat mengeluh dan kufur terhadap nikmat ini pantun nasehat tentang bersyukur kepada hangat di kota hulu,Merambat hingga sampai masalah dulu,Kini hilang entah sel pohon pinang,Air hujan dicurahkan. Dahulu susah sekarang senang,Itulah karunia yang kaki sepanjang hari,Sehingga Tubuh terasa lelah. Walau sedikit kita syukuri,Agar harta diberi berkah. Pulang membawa ikan,Ikan di ambil dengan mayang. Bila rezeki dikeluhkan,Bagai makan tak pernah senja makan bubur,Bubur campur dengan kaya kita bersyukur,Bila susah kita segar dari selasih,Kue brownies di dalam Kita berterima kasih,Ada semua limpahan khusu’ di hari raya,Suasana amat bersyukur berbahagia,Senyum berseri, wajahnya mawar mulai menguncup,Walau Mekar jangan dibawa. Walau sedikit pasti cukup,Yang penting kita selalu hendak pergi bersafar,Hati Ini mesti lah sabar. Perbanyaklah beristighfar,Supaya mendapat jalan beriak tentunya dangkal,Walau dangkal banyak ikannya. Dunia ini hanyalah bakal,Supaya mendapat derajat nasehat orang tua tegakan sholatUmat Islam wajib menegakkan sholat. Baik yang fardhu maupun yang sunnah. Di dalam salat ada pertolongan dari Allah. Orang-orang Yang menegakkan salat mendapatkan karunia yang sangat akan diberi akhlak yang baik dan jauh dari akhlak yang buruk. Hati mereka begitu khusus dan tenang dalam menghadapi masalah dihadapi dengan kepala dingin. Mereka tidak cemas, gundah, gelisah, terhadap apa yang menimpa dalam mulut terdapat kelezatan. Sehingga orang yang mengerjakan salat selalu ingin berlama-lama di dalam harus menghadirkan hati saat menunaikannya. Sebab ketika salat sebetulnya kita sedang Mi'raj kepada bawah ini adalah kumpulan pantun nasehat agar kita menegakkan kandis asam Gelugur,Kedua asam mayat di dalam kubur,Teringat badan tidak kayu daunnya rimbun,Lebat buahnya serta hidup seribu tahun,tak sembahyang apa Kampung tanahnya subur,Bibit benih ditaburkan. Susah senang selalu bersyukur,Fardhu sunnah kain dalam peti,Kain bagus disayang ingin terhibur hati,Banyak bersabar dan turun ke rawa?Lepaskan dulu semua sepatu. Bagaimana hati bahagia?Tunaikan sholat tepat itu diamalkan,Bukan hanya dibicarakan. Salat selalu ditinggalkan,Akan melimpahkan besar di Malaka,Baru tiba di senjakala. Sholat itu tiang agama,Mengerjakannya dapat kecil sudah beraspal,Sayang orang akhirat pasti menyesal,Teringat salat pipit di atas dahan,Kesana kemari mencari makan. Menjerit-jerit tak tertahan,Salat yang 5 penuh di gorong-gorong,Tersangkut pada akar kelapa. Apa gunanya hidup sombong,Kalau di akhirat jadi Orang Tua agar anak belajar al QuranAl-quran merupakan mukjizat yang sangat besar. Orang Arab yang hanya penggembala unta dan kambing bisa menjadi hebat lantaran menunaikan Quraisy yang tidak dikenal oleh dunia, dengan Alquran mereka bahkan menguasai yang tersesat dan tak tahu jalan, dengan Alquran mereka menemukan hakikat alquran tak bisa diubah-ubah. Dari dahulu sampai sekarang tetap sama. Namun al Quran sudah banyak mengubah manusia. Ada yang dahulunya preman kemudian sadar. Ada pula yang ahli maksiat akhirnya bertaubat. Dengan memahami Alquran maka hidup kita akan lebih ke jalan yang benar. Oleh sebab itu pahami, hafalkan, dan amalkan isi Alquran. -oOo- hari makan roti,Sambil minum air suji. Alangkah teduh rasa hati,Mendengarkan Ibu sedang batu permata,Batu kecil menjadi harta. Alquran itu bagaikan Pelita,Cahaya terang di malam ini Mari berkarya,Orang tua akan ini kitab mulia,Petunjuk jalan menuju manis mendapat piala,Di dalam kelas dia juara. Membaca Alquran berpahala,Mengamalkannya Sumatera naik kapal,Lewati laut besar ombaknya. Sehabis subuh kita menghafal,Agar Alquran di dalam Ibu meminta saran,Obat apa yang dimakan. Mari semua pelajari Alquran, Jangan lupa bolu ditumpahkan, Adik kecil menatap heran. Moga-moga dimudahkan,Cita-cita hafal Irian bawa Cendrawasih,Cendrawasih makan sekian terima kasih,Pantun nasehat dari baru baju batik,Baru dibeli dari pasar. Pantun saya di dalam cantik,Maklum saya baru ada sumur diladang,Boleh kita menumpang ada umur yang panjang,Boleh kita berpantun lagi. -oOo- Kasih sayang menjadi bagian yang tak terpisahkan bagi kehidupan manusia. Kasih sayang memberikan kebahagiaan, kedamaian dan semangat untuk tetap hidup. Mungkin kekacauan akan tampak di mana-mana, jika dunia tidak diselimuti dengan kasih sayang. Buih-buih kasih sayang cenderung telah dibangun dalam keluarga sejak dini. Hal ini tampak dari kasih sayang ayah bunda dalam menjaga dan membesarkan putra-putrinya. Membicarakan tentang kasih sayang dan juga mengungkapkannya dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ini bisa dilakukan dengan tindakan langsung, kata-kata yang lembut dan penuh perhatian, atau doa tulus di dalam hati. Berpantun dengan tema kasih sayang juga bisa menjadi salah satu cara dan media dalam mengekspresikan kasih sayang di dalam hati. Nah berikut ini kami sajikan sekumupulan pantun kasih sayang yang ditujukan untuk berbagai hal, mulai dari pantun kasih sayang buat orang tua dan keluarga; pantun kasih sayang kepada sahabat; pantun kasih sayang kepada alam; kepada guru; dan juga tentunya kepada pasangan yang kita cintai. Kasih Sayang buat Ayah Ibu dan Keluarga 1. Ada bubu dimakan ngengatBubu terikat dengan sangatKasih ibu begitu hangatKepadanya selalu teringat. 2. Tebu manis kesukaan PandaMakan satu penuh nostalgiaKasih sayang ayah dan bundaMenjadikan hati rasa bahagia. 3. Pisau tajam berbahan bajaLama-lama menjadi patahHormati ayah yang bekerjaBerjuang untuk memberi nafkah. 4. Habis berlari terasa payahAda kolam di kota MekahTerima kasih kepada ayahSiang malam mencari nafkah. 5. Langit mendung berwarna kelabuBintang bersinar terlihat limaBetapa damai di sisi ibuTerasa kasihnya hingga ke sukma. 6. Buah merah dari PapuaPaling enak si buah semangkaPatuhilah nasihat orang tuaJika tak ingin jadi durhaka. 7. Keris patih benda pusakaBentuknya aneh tidak biasaJangan menjadi anak durhakaKelak hidupnya bakal tersiksa. 8. Gambar tabu jangan diunggahRanah hukum siap menjeratOrang tua jangan disanggahAgar selamat dunia akhirat. 9. Menggali ubi membawa kapakDibuat kolek dengan mentegaHormati ibu dan juga bapakAgar kelak diberikan surga. 10. Ada gula ada semutSemut merah di tengah lautJadi anak harus penurutJangan bantah dan banyak mulut. 11. Gunung Merbabu tumbuh talasBanyak pula macan dan rusaKasih Ibu tiada terbalasMengalir terus sepanjang masa. 12. Keluar kereta naik ke kapalWarnanya kelabu dan agak merahJadi anak janganlah nakalSupaya bapak ibu tiada marah. 13. Nasi dimakan terasa mentahUbi dikukus bersama tebuJadi anak jangan membantahRajin membantu ayah dan ibu. 14. Warga desa akan berpindahBadan sehat kuat tenagaPermata yang paling indahDialah sebuah keluarga. 15. Rumah kotor oleh jelagaJelaga hadir di para-paraJangan sia-siakan keluargaSupaya hidup tidak sengsara. 16. Tanah subur dibuat kolamBunga dipetik dari hutanKasih Ibu begitu dalamLebih dalam dari lautan. 17. Sore hari berhembus topanPohon tumbang menjadi delapanAnak baik, anak yang sopanKelak bahagia di masa depan. 18. Gajah ngamuk berbuat ulahMasuk selokan badannya basahJika tidak masuk sekolahAyah bunda pastilah resah. 19. Gadis cantik remang-remangWajahnya semu namanya MayangWaktu kecil kita ditimangAyah dan ibu harus disayang. 20. Anak katak di pinggir sawahAnak lembu di depan tamanKasih anak sepanjang galahKasih ibu sepanjang zaman. Pantun Kasih Sayang kepada Sahabat 21. Kakak di taman bawa benderaSedang duduk hatinya terlukaBanyak teman banyak saudaraBanyak musuh banyak celaka. 22. Bila tumbuh bunga melatiJangan ditanam dengan belatiPatut bersyukur sepenuh hatiBila punya kawan sejati. 23. Buka kalender tahunnya masehiBulan Maret ke NagasakiSesama teman saling mengasihiJangan malah saling memaki. 24. Jalan-jalan ke UluwatuLihat kera bawa sepatuSesama teman saling membantuItulah tanda sahabat bermutu. 25. Pohon duku daunnya bergoyangBuahnya kecil banyak getahnyaJadilah kamu anak penyayangKelak pasti banyak temannya. 26. Hati-hati masuk ke jurangJurang dalam banyak ularnyaSeribu teman terasa kurangSatu musuh banyak rasanya. 27. Warna awan seputih melatiAda di langit membuat bayanganKalau berkawan ikhlaskan hatiBukan mencari keuntungan. 28. Dua tiga kalender masehiEmpat lima kota NagasakiSesama teman saling mengasihiJangan malah saling memaki. 29. Udara segar di waktu pagiDatang surya tak ada awanTeman baik suka berbagiHati mulia sifatnya dermawan. 30. Imam Bonjol seorang paderiBelanda datang harus diusirKawan sejati susah dicariBagaikan oasis di padang pasir. 31. Pisau tumpul mesti diasahSupaya tajam bagaikan belatiBantu kawan ketika susahItulah tanda teman sejati. 32. Tumbuh tinggi si pohon pinangAngin berhembus daunnya goyangMari bermain bersenang-senangJadilah teman yang periang. 33. Siapa suruh membeli sangkarSangkar burung anyaman tikarSiapa selalu suka bertengkarDekat dia dengan yang mungkar. 34. Oleh-oleh minyak zaitunDapat pula kain katunJika pribadi selalu santunSemua orang mudah dituntun. 35. Pergi ke pantai berkacamataDuduk sendiri di tengah tamanSelalu jaga perkataan kitaJangan sakiti perasaan teman. 36. Ada kertas dari pejabatAda buku sedang terbukaSelalu setia pada sahabatDalam suka maupun duka. 37. Main layangan di tengah tamanDuduk sendiri di atas tikarSaling sayang bersama temanSaat bermain jangan bertengkar. 38. Orang Jepara pandai memahatOrang solo pandai membatikKawan jahat membawa jahatKawan baik memberi baik. 39. Ada tumbuhan seperti hewanHewan langka jangan ditawanJika kamu insan dermawanBanyak teman sedikit lawan. 40. Papan kotak dijadikan petiPeti diukur memakai lidiJadilah teman yang baik hatiHarus tahu membalas budi. Pantun Kasih Sayang kepada Alam 41. Jadi anak jangan urakanRajin belajar, kurangi jajanJika biarkan sampah berserakanSungai meluap di kala hujan. 42. Tangkap ikan di tengah telagaIkan dilukis sama senimanBila kebersihan selalu dijagaTentu hidup terasa nyaman. 43. Buah tomat merah warnanyaBulat bentuknya, sedap dilihatBuanglah sampah pada tempatnyaAgar lingkungan bersih dan sehat. 44. Mekar sudah bunga selasihBiar subur, pupuk diberiJika sekolah selalu bersihSemangat belajar pasti berseri. 45. Dapat gelang di pekaranganGelangnya kecil sudah karatanSiapa buang sampah sembaranganPasti dia temannya setan. 46. Tepung gula jadi adonanKita membuat agar-agarMari rawat pepohonanAlam teduh udara segar. 47. Ternak pulang ke dalam kandangBapak tani datang belakanganSedap mata ikut memandangJika bersih alam lingkungan. 48. Air mengalir menuju selokanSelokan panjang sampai ke tamanJika sampah banyak berserakanLingkungan kotor banyak kuman. 49. Ke Palangkaraya membeli manggaMangga matang bersama pepayaJika lingkungan kotor tak terjagaHidup terancam banyak bahaya. 50. Kayu beringin mudah dipahatTumbuh dekat rumah CamatLingkungan bersih badan sehatGairah hidup terasa nikmat. 51. Naik perahu ke pulau karangBadan lesu di pohon kinaBuang sampah jangan sembarangSupaya jauh dari bencana. 52. Nenek tua sukar diantarSering memberi sebuah tikarTanam pohon di sekitarLingkungan asri, hijau mekar. 53. Pagi hari sarapan buburSiang hari memetik sukunPohon tumbuh dengan suburSebab dipelihara dengan tekun. 54. Pohon palem tempat si kumbangSungai mengalir ke SamarindaJika hutan banyak ditebangBencana banjir datang melanda. 55. Beli baju, beli celanaWarnanya hitam ada duaHujan turun jadi bencanaKarena hutan hilang semua. 56. Gunung Krakatau banyak kembangRumah besar atapnya bocorPohon-pohon banyak ditebangMaka waspada tanah longsor. 57. Anak angsa suka menyelamBermain-main sambil kehujananJika sayang kepada alamAlam memberi banyak kekayaan. 58. Pasang pagar diberi kawatPagar berduri yang sangat kuatBumi kita harus dirawatAgar memberi banyak manfaat. 59. Ada besi, ada tembagaPisang dimakan seekor keraJika bumi tidak dijagaBencana datang tiada terkira. 60. Angka diurut bermacam-macamTujuh delapan ditempatkanTanah dan laut sedang terancamKarena sampah yang berserakan. Pantun Kasih Sayang kepada Guru 61. Cendrawasih bukan pelikanBurung hantu melayang-layangTerima kasih kami sampaikanKepada guru-guru yang tersayang. 62. Dari desa membawa talasTalas dijual ke ItaliaTiada bisa kami membalasJasa guru-guru yang mulia. 63. Ada kangguru, ada rusaLutung melompat di atas kacaKarena guru kita pun bisaMampu berhitung dan membaca. 64. Terangnya bintang terlihat jelasMenjelang pagi tertutup kabutBila sudah di dalam kelasSelalu tenang, janganlah ribut. 65. Lampu taman redup berpijarKain biru sedang berkibarAku sekolah untuk belajarDibimbing guru yang sangat sabar. 66. Bukan di kebun menangkap ikanNamun di sana menanam kurmaJika guru sedang menerangkanSelalu dengarkan dengan seksama. 67. Malam hari menyantap kariMakan ikan mendapat duriJasa guru tiada berperiMasa cerah di depan diri. 68. Hari sabtu menangkap ikanIkan digoreng saus tomatDoa selalu kita panjatkanUntuk guru yang terhormat. 69. Paku lepas harus dipaluSudah rusak ganti yang baruBila belajar tekunlah selaluJangan ingkar nasihat guru. 70. Petik jambu memakai galahJambu dibawa ke kota MekkahHormatilah guru di sekolahKarena akan membawa berkah. 71. Manusia purba suka berburuMakan daun sebagai jamuAnak mulia hormati guruItulah tanda dia berilmu. 72. Pergi ke arab melihat ontaSiapkan bekal untuk dibawaSayangi guru yang tercintaYang mendidik semua siswa. 73. Angin bertiup daun bergoyangLama-lama makin murid yang penyayangBuat bangga kepada guru. 74. Kain batik dipakai berburuDekat kali ketemu buayaAnak baik menghormati guruJuga berbakti pada orang tua. 75. Malam minggu duduk merenungMata memandang sejauh ujungWalau ilmu setinggi gunungSopan santun harus dijunjung. 76. Tanah sawah harus diolahPadi berbuah dipanen JamilahIkut nasihat guru di sekolahJangan malas dan suka berkilah. 77. Pergi berbaris dengan sejajarBerbabris rapi sepatunya baruJadi murid harus rajin belajarDisukai teman, disayangi guru. 78. Pisau kecil namanya badikBawa senapan pakai pelantikPara guru telah mendidikMasa depan pasti kan baik. 79. Pakai peci warnanya biruPeci dibeli di KualanamuJadi murid hormatilah guruKarena guru pembekal ilmu. 80. Bunga selasih ditancapkanAgar indah dipandang mataTerima kasih kami ucapkanUntuk guruku yang tercinta. Pantun Kasih Sayang kepada Pasangan Tercinta 81. Ibu kota ada di JakartaKotanya sibuk kedatangan tamuKu tak bisa hidup tanpa cintaCinta suciku hanyalah kamu. 82. Surya muncul menyambut petaniTerbit cerah di pulau MerantiHanya untukmu cintaku iniTetap setia hingga ku mati. 83. Kelap kelip bintang menariIndah warnanya di langit ItaliJagalah hati jagalah diriUntuk diriku sampai ku kembali. 84. Kertas baru dipukul batuDicampur jamu di atas tungkuCinta suciku hanyalah satuUntuk kamu sepanjang waktu. 85. Menebang pohon pakai parangCintaku kokoh bagai batu karang. 86. Minum jamu sambil berdiriDijual satu jangan emosiBila hatimu masih sendiriBolehkah aku yang mengisi. 87. Negeri indah namanya NusantaraTerbentang luas di samuderaMari kita duduk di bahteraBahtera indah berkayuh asmara. 88. Beli gitar di kota MalukuGitar papan berbahan kayuBibir bergetar terasa kakuSaat ucapkan I love you. 89. Jalan-jalan pakai lamborginiDipakainya sambil berlariCobalah tatap mataku iniHanya engkau yang aku cari. 90. Malam minggu datang bertamuLampunya mati, terlihat redupCinta sejatiku hanya untukmuTakkan terganti seumur hidup. 91. Anak kera ditangkap tentaraTak terkira cintaku membara. 92. Menulis surat di atas bangkuSurat biru dibawa kepompongCintaku ibarat sekeping kukuSelalu tumbuh meski dipotong. 93. Kabel listrik taruh di sanaKamu menarik penuh pesona. 94. Daun randu terbelit benaluJauh merindu, ketemu malu. 95. Titik embun di dedaunanBikin sejuk indah di tamanCinta ini aku pertahankanSelama hayat masih di badan. 96. Kelap kelip di tengah hutanAda bintang indah menawanWalau cinta banyak rintanganKu jaga dia dengan kesetiaan. 97. Sangat nyaman rebahan di kasurRebahan sambil baca majalahSelamat malam selamat tidurTidur nyenyak mimpi yang indah. 98. Naik rakit, membeli jamuLagi sakit, obatnya cuma kamu. 99. Ada gula ada semutKamu lucu seperti marmut. 100. Banyak orang meminum jamuJamu diminum bersama jambuAku takut kehilangan kamuKarena ku amat mencintaimu. 101. Buah mangga buah kweniDagingnya enak jangan ditanyaMohon terima cintaku iniKalau tidak, pedih rasanya. 102. Pak Haji membeli serbanSerban dibeli dekat pelabuhanDemi dirimu aku berkorbanApa yang terjadi aku bertahan. 103. Dari jauh terlihat semuDatang sendiri kemalamanIzinkan aku mencintaimuCinta abadi sepanjang zaman. 104. Bawa kerbau anak petaniTidak lupa membeli delimaSaat engkau ada di siniAku tersenyum semakin lama. 105. Ke Padang membeli rendangDagingnya empuk dicampur udangDari awal beradu pandangSenyum manismu buatku berdendang. 106. Air mawar di dalam cangkirDisimpan kendi di bawah parangSedari awal hinggalah akhirSayang tercurah padamu seorang. 107. Harum wangi bunga selasihTersiram hujan daunnya basahKamu jadi curahan kasihTempat tenangkan resah gelisah. 108. Rumah sehat layak dihuniWarnanya kalem di ruang tamuPanas-panas di siang iniJadi adem ngelihat kamu. 109. Ikan digoreng minyak nabatiBaunya harum ditambah rotiAku persembahkan cinta sejatiUntuk dirimu pujaan hati. 110. Bunga wangi bernama selasihTumbuh liar di pinggir kaliSaat dirimu curahkan kasihHidup yang hampa gairah kembali. 111. Hujan jatuh kena kemejaLembut hatimu ku puja-puja. 112. Beli bangku buat Sang RatuKasih sayangku hanyalah satu. 113. Jadi pemimpin harus berkarismaDan tak boleh hidup berzinaSetiap hari aku terkesimaPandang wajahmu yang mempesona. 114. Minum jamu di pinggir kaliDeket kamu nyaman sekali. 115. Anak lintah datang bersuaLalu melilit di pohon jatiPeluk cium kita berduaTandanya cinta dalam hati. Pantun Orang Tua – Pernah mendengar sebuah pantun? Beberapa kalimat yang akhirannya memiliki pola yang sama, atau di dalam sastra disebut dengan pola. Jenis dari pantun sendiri beragam, salah satunya pantun orang tua yang disampaikan kepada orang yang lebih tua. Berbagai maksud dari pantun yang dilontarkan juga beragam, berikut penjelasannya. Pantun Tentang Orang Tua Sebenarnya pantun merupakan sebuah sajak atau prosa lama yang asalnya dari Minangkabau, Sumatera Barat. Dalam terjemahan kata asli dari pantun adalah penuntun atau petunjuk. Pantun orang tua sendiri merupakan bentuk dari perkataan seseorang lebih sepuh atau dewasa kepada yang muda. Pengucapannya pun biasanya akan bernada dengan akhiran rima yang menarik dari setiap yang mengucapkannya. Umumnya pantun orang tua berisi tentang nasehat atau petuah terkait adat istiadat yang mempunyai makna mendalam. Pemilihan kata serta kalimatnya pun terkadang susah untuk dipahami oleh orang yang lebih muda. Baca Juga Pantun Pahlawan Contoh Pantun Orang Tua Menjadi kalimat atau sajak yang memiliki arti mendalam dan tidak sembarang asal menjadikan pantun orang tua sangat bermakna. Di zaman dahulu bahkan setiap orang tua selalu melontarkan pantun untuk berkomunikasi kepada yang lebih muda. Berikut contoh pantunnya yaitu 1. Pantun Orang Tua Terkait Adat Kentalnya adat istiadat di hampir seluruh Nusantara, menghasilkan banyak sastra berupa prosa lama seperti pantun. Namun pantun orang tua yang diucapkan oleh seorang sesepuh biasanya memiliki arti yang lebih bermakna. Terlebih lagi tentang adat yang tidak bisa dibuat secara asal, contohnya yaitu Asam kandis asam purut Kedua asam amatlah kecut Badan terasa melayang-layang Mengingat diri tak pernah sembahyang Melihat langit jangan heran Banyak bintang bertaburan Kitabullah adalah pedoman Bagi mereka yang beriman Angin berhembus di parak-parak Namun gubuk takkan goyah Adat bersendikan syara’ Syara’ bersendikan kitabullah Teramat manis air nira Dalam gelas dibuatkan Jikalau adat buat sengsara Tak usahlah dia jalankan Burung merpati terbang melayang Terbang tinggi sampai ke dahan Ada sunnah berlawanan Segerakan sunnah sebagai bimbingan Lari marathon di pagi hari Pergi lari hingga ke sungai Adat budaya punya jati diri Sebab itu tak dapat dijual beli Di semak-semak banyak kelawi Sering habis dimakan burung Pantun asli punya betawi Pasti menang kalau bertarung Berangkat sekolah gak boleh lambat Kalau lambat bisa telat upacara Hargailah adat istiadat Dengan itu budaya terpelihara Si baju merah namanya mawar Di sore hari memetik bunga Hormatilah adat budaya sekitar Jika ingin hidup rukun dengan sekitar Tuhan itu paling kuasa Jangan lelah untuk berdoa Sudah jadi tugas kewajiban kita Miliki adat untuk dijaga Kecap itu manis rasanya Bagaikan rasa gula Jawa Nusantara dibangun beragam budaya Jadi kewajiban warga untuk menjaganya Berdasarkan pantun adat yang sudah dicontohkan, beberapa di antaranya memiliki maksud untuk menjaga budaya. Selain itu juga sebagai pemberian atau pun peninggalan budaya dalam bentuk prosa yang diucapkan. Zaman dahulu pepatah adat sering disampaikan dalam berbagai acara resmi seperti pernikahan, adat pergelaran suatu daerah dan lainnya. 2. Pantun Orang Tua Terkait Keagamaan Berikutnya pantun yang membahas tentang nilai-nilai agama atau yang sifatnya religious. Terdapat banyak makna tentang kehidupan baik yang seharusnya dilaksanakan berdasarkan syariat agama. Supaya tidak melanggar nilai dan juga norma tentunya, berikut beberapa contoh di antaranya yaitu Buah pepaya buah sukun Jadikan membaca penangkal pikun Shalat jamaah haruslah tekun Dengan begitu hidup akan menjadi rukun Hari raya memakan rakik Rakik udang dari Padang Perlurus syahadat jauhkan syirik Menjadikan hati tentram dan tenang Pohon kelapa jatuh menimpa Dibangun rumah dari batu bata Sholat yang 5 janganlah lupa Untuk bekal akhirat kita Perayaan kemerdekaan banyak bendera Bendera berkibar berukuran banyak rupa Tak terasa hidup untuk sementara Mau tidak mau pasti mati juga Hujan turun di atas kebun Sawi di tanam di atasnya Jadi manusia banyak bersyukur Atas segala nikmat yang diberikan-Nya Ketika langit masih senja Cepat-cepat segera berangkat Mumpung usia masih muda Cepat segera pergi bertobat Sedari kecil bertanam biji Ketika besar menjadi pepohonan Mulai dari kecil pergi mengaji Hingga kuat dalam beriman Pergi ke toko membeli meja Jangan lupa membeli papan Perdalami ilmu dunia boleh saja Namun ilmu agama jangan sampai ditinggalkan Ayo kita pergi ke sawah Melihat petani sedang bekerja Ayo kita rajin bersedekah Tidak perlu menunggu hingga kaya Pulau Mandeh jauh ditengah Di pulau tak nampak jua Menangis badan dikandung tanah Mengingat badan tak sembahyang juga Datang ke sawah untuk menyemai Padi tinggi disiram sudah Kalau ingin hidup damai Jangan sampai tinggalkan ibadah Contoh dari pantauan orang tua yang telah disebutkan memiliki pesan yang mendalam untuk diri seorang hamba kepada tuhannya. Pesan-pesan yang tersirat di dalamnya mengingatkan akan perilaku dan tingkah laku. Hidup tidak akan selamanya terus berjalan, hal itulah yang menjadi salah satu tujuan pantun tersebut dibuat. Baca Juga Pantun Palembang 3. Pantun Orang Tua Terkait Nasehat Penggunaan pantun sebagai kalimat nasehat juga sering dipakai oleh para orang tua untuk mengarahkan anak-anaknya. Tidak jarang dalam menyampaikan pantun menggunakan rima dan majas yang enak untuk didengar. Berikut contoh dari pantun yang bisa menjadi referensi dari pantun nasehat yaitu Jika si burik adalah kendi Maka yang bagus adalah tentu celaka Jika yang baik adalah budi Pasti akan disayang keluarga Bikin minuman dari buah sirsak Diperdagangkan bermacam harga Jadi anak berbaktilah pada ibu bapak Supaya kelak masuk surga Ke kebun dapat kepompong Jatuh ke tanah diinjak pak Sugi Kalau gak mau gigi ompong Jangan malas sikat gigi Mandi di sungai banyak batunya Pergi ke ladang banyak serangga Jikalau main jangan lah lupa Sholat mengaji harus dijaga Monyet bermain lempar gelas Tikus memakan bekas makanan Ayolah kawan bersihkan kelas Agar berkelas dan juga nyaman Jauh-jauh membeli Ulos Beli Ulos bermacam warna Rajin bekerja janganlah bolos Agar kelak menjadi kaya Satu dua gambar diadu Mainnya di rumah si Erda Kalau kalah jangan mengadu Biarkan hati berlapang dada Anak itik turun satu Mati seekor tinggal sembilan Pelajarilah ilmu dengan sungguh-sungguh Agar terwujud semua impian Pergi ke ladang memetik jambu Jalannya jauh berputar-putar Jika rajin membaca buku Yakinlah jadi anak yang pintar Malam-malam makan ayam bumbu Jangan sampai lupa pakai kuah kaldu Belajar tak perlu untuk menunggu Jika belajar hal-hal bermutu Satu ekor kera tengah termangu Pisang hilang dicuri si pemburu Dengarlah nasihat guru Mereka juga orang tuamu Ke Surabaya membeli batik Pergi berdua bersama Rama Jadilah anak berbudi baik Menjadi penolong untuk sesama Hujan turun basahi pipi Dingin terasa hingga ke hati Ayo siapkan diri meraih mimpi Kini juga tak perlu nanti Pergi ke pasar membeli agar Pulang siang memakan bakwan Siapa yang rajin belajar Pasti akan sukses kawan Hari ini adalah jumat Besoknya adalah hari minggu Siapa rajin melaksanakan sholat Maka surga sudah menunggu Gadis kecil pipi merona Menggunakan gelang bermanik mutiara Supaya hidup terasa bermakna Pedulilah pada saudara Ayahku seorang petani. Tiap pagi bekerja diladang Mari belajar di pagi ini Supaya sukses di masa mendatang Sudah lama menahan rindu Bertemu kawan bawa gulali Hidup kaya miskin ilmu Pasti hanya merugi dan menyesali Pantun tentang nasehat juga sering sekali digunakan oleh orang tua untuk menasehati orang-orang yang lebih muda darinya. Hal tersebut dikarenakan orang tua sudah lebih berpengalaman dengan penuh lika-liku. Kondisi tersebutlah yang melahirkan pantun nasehat, sebagai pengingat kepada generasi muda. Pesan tersebut untuk mencegah lalainya seseorang. Baca Juga Pantun Pembuka Acara 4. Pantun Orang Tua Tentang Saling Mengasihi Selanjutnya pantun orang tua yang biasanya dipakai oleh sebagian banyak orang dewasa untuk menunjukkan rasa saling mengasihi. Memakai pantun untuk menyatakan sayang sangat terasa mendalam dan penuh arti. Ungkapan tersebut tentu bisa diberikan kepada siapa pun, berikut contohnya yaitu Sore hari surya menghilang Bumi penuh dengan kegelapan Kasih ibu tak pernah lekang Kepada kami yang sering melupakan Abu-abu warna kayu rengat Diwarnai hitam pekat Kasih ibu sangatlah hangat Hanya dialah yang selalu diingat Jalan-jalan ke Jogjakarta Pergi ke kampung ke para lembah Kasih sayang bagaikan bunga Jika mekar terlihat indah Amat tinggi pohon kelapa Ambil satu nikmat terasa Kasih sayang tak pernah lupa Terkenang hingga sepanjang masa Baju muslim penuh renda Jeruk manis terperas sudah Jika ayah bunda tiada Akankah kemana rindu tertumpah Suku rimba suku berpindah Punya tubuh kuat bertenaga Berlian yang paling indah Adalah sebuah keluarga Teramat enak buah berduri Dipetik dari tanah Bali Perjuangan ibu setiap hari Tubuh lesu pun tidak peduli Kebun indah terdapat kolam Mawar dipetik dari hutan Cinta ibu amatlah dalam Jauh dalam hingga lautan Panjangnya sisi ikan pari Berenang jauh hingga ke tepi Jika harta bisa dicari Tapi kasih susah dicari Piring kaca akan mudah pecah. Belanja ke pasar membeli lima Jika hati terasa susah Terimat diri pada sang mama Bogor jadi kota tanah Terdapat taman penuh rusa Kasih ibu takkan berubah Hidup terus sepanjang masa Dari laut mengambil ikan Sungguh bertumpuk di pelabuhan Semoga bunda dimaafkan Dari segala dosa dan ampunan Tubuh merah si ular naga Kekar tapi tidak berbisa Bahagia jika punya keluarga Genap sudah dunianya Bambu diraut untuk tangga Makan mie dikasih lada Tulang punggung untuk keluarga Jadikan bahagia hingga ke dada Rumah kotor penuh serangga Serangga dating dari para-para Jangan pernah tinggalkan keluarga Agar hidup tidak sengsara Suara bersiul penuh riang Bersuara merdu hingga ke puncak kelapa Rindu kepada adik pastilah sayang Kepada abang pastilah cinta Enak sekali air selasih Diminum untuk memenuhi dahaga Cintai ibu yang penuh kasih Terletih-letih menjaga kita Burung dara burung kutilang Terbang semua diganggu angkasa Rasa kasih janganlah hilang Untuk keluarga yang setia Penutup Penyampaian rasa saling mengasihi tidak hanya diucapkan dengan kalimat serius atau spontan mengatakan sayang. Namun juga bisa menggunakan pantun sebagai kalimat kasih sayang yang menyisipkan pesan tersirat di dalamnya. Hal tersebut memungkinkan pengakuan sayang pun tidak canggung dan lebih variatif. Nah, itulah penjelasan tentang pantun orang tua beserta dengan contohnya. Banyak contoh lainnya yang bisa digunakan sebagai referensi pantun yang sesuai dengan kebutuhan. Pastikan untuk memberikan makna atau esensi yang berarti bagi penerimanya. Jadi jangan asal saja dalam membuat sebuah pantun. Pantun Orang Tua