Sebagianada yang menganggap bahwa hubbul wathon minal iman merupakan sebuah hadis Rasulullah Saw. Kalimat ini dianggap hadis karena secara redaksi mirip dengan redaksi beberapa hadis lain. Semisal hadis an-Nadhafatu minal iman, dan lain sebagainya.. Mengenai perdebatan ini, pada kisaran abad kesembilan Hijriyah, Imam as-Sakhawi, salah satu murid Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, seorang pakar
YaLal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Hubbul Wathon minal Iman Wala Takun minal Hirman Inhadlu Alal Wathon (2 X) Indonesia Biladi Anta 'Unwanul Fakhoma Kullu May Ya'tika Yauma Thomihay Yalqo Himama Pusaka hati wahai tanah airku Cintamu dalam imanku Jangan halangkan nasibmu Bangkitlah, hai bangsaku! Indonesia negriku Engkau Panji Martabatku
Lagu"Hubbul Wathon Minal Iman" Dikenalkan Wabup Jombang Rabu, 3 September 2014 | 19:13 WIB Jombang, NU Online Ketika membuka secara resmi 'Sarasehan Nasional: Almaghfurlah KH Abd Wahab Chasbullah, perintis, pendiri dan penggerak NU: Dari Pesantren untuk Indonesia' (3/9) ada syair kebangsaan yang dikenalkan kepada hadirin. Lagu itu
Laguini diciptakan pada 1916 oleh KH Wahab Hasbullah. Beliau merupakan salah satu dari pendiri NU. Simak lirik Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon. Hubbul Wathon minal Iman. Wala Takun minal Hirman. Inhadlu Alal Wathon. Indonesia Biladi. Anta 'Unwanul Fakhoma. Kullu May Ya'tika Yauma. Thomihay Yalqo Himama. Kullu May Ya'tika
LirikLagu New Money- Calvin Harris ft. 21 Savage Lirik Lagu Never Really Loved Me- Kygo (with Dean Lewis) Inhadlu Alal Wathon. Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon. Hubbul Wathon minal Iman. Wala Takun minal Hirman. BACA JUGA: Lirik lagu Steve Lacy - Bad Habit Lirik Lagu Disaster - Conan Gray. Inhadlu Alal Wathon.
ياَلَلْوَطَنْ ياَ لَلْوَطَن ياَ لَلْوَطَنْ. Ya lal wathon ya lal wathon ya lal wathon. حُبُّ الْوَطَنْ مِنَ اْلإِيمَانْ. Hubbul wathon minal iman. وَلاَتَكُنْ مِنَ الْحِرْماَنْ. Wala takun minal hirman.
HubbulWathon Minal Iman merupakan sebuah ungkapan yang memiliki arti yakni Cinta Tanah Air Itu Sebagian Dari Iman. Ungkapan ini sering kita anggap adalah sebuah hadits Rasul padahal menurut Kang Said (Ketua Umum PBNU) yang memiliki nama lengkap Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siradj, M.A. ungkapan itu bukan merupakan hadits Nabi SAW. kata Beliau
5Dsc. Solo - Pernah dengar lagu Ya Ahlal Wathan? Lagu ini biasa dinyanyikan dalam berbagai acara resmi Nahdlatul Ulama NU. Tak sedikit yang menyanyikan lagu bertempo cepat ini sambil mengepalkan tangan ke udara, terlebih saat memasuki lirik 'Hubbul Wathon Minal Iman'. Apa artinya? Apakah lirik itu dari hadist Nabi atau bukan? Berikut laman resmi Nahdlatul Ulama, Hubbul Wathon Minal Iman adalah slogan yang artinya adalah 'cinta tanah air atau nasionalisme bagian dari iman'. Dalam artikel 'Hubbul Wathan' Bukan Hadits, tapi... karya Syakir NF disebutkan belakangan ini ada upaya delegitimasi yang menganggap kalimat tersebut sebagai sebuah hadist palsu. Bagaimana sebenarnya?"Bagi saudara kita yang bercita-cita menegakkan khilafah pasti menganggap nasionalisme sebagai salah satu penghalang. Makanya mereka menolak apapun yang berkaitan dengan nasionalisme, termasuk slogan Hubbul Wathan minal Iman," tulis Direktur Aswaja Center PWNU Jawa Timur, KH Ma'ruf Khozin, dikutip dari NU Online pada Selasa 16/8/2022. Menurut KH Ma'ruf Khozin, kitab Al-Maqashid Al-Hasanah karya Al-Hafidz Muhammad Abdurrahman As-Sakhawi membenarkan kandungan makna slogan Hubbul Wathon Minal Iman. "'Cinta tanah air adalah bagian dari iman. Saya tidak menemukan sebagai hadits, tapi maknanya sudah benar," tulis Ketua Bidang Fatwa MUI Jawa Timur Ma'ruf Khozin menambahkan, sejak awal para kiai sudah juga menegaskan bahwa kalimat itu bukanlah sebuah hadist. Meskipun bukan hadits, Kiai Ma'ruf menjelaskan bahwa cinta tanah air merupakan saripati dari doa Nabi dalam hadits Nabi Muhammad dan para Sahabat hijrah ke Madinah, KH Ma'ruf menerangkan, mereka menemui bahwa Kota Yatsrib itu banyak wabah penyakit. Ketika mendengar sebagian Sahabat mengeluhkan hal itu, Nabi SAW pun berdoa agar dapat mencintai Madinah sebagai kota di mana bumi dipijak dan langit doanya Nabi Muhammad saat itu, dikutip dari NU حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ ,رواه البخار ىArtinya "Ya Allah, jadikan kami cinta Madinah, sebagaimana cinta kami kepada Makkah, atau melebihi Makkah" HR al-Bukhari.Menurut KH Ma'ruf, makna dari doa tersebut menunjukkan betapa Rasulullah dalam menjalani kehidupan selalu mencintai negerinya. Hal ini juga sama dengan istinbath hukum yang dilakukan oleh ulama ahli hadits dari Sahabat Anas, bahwa Rasulullah mempercepat laju untanya manakala rumah di Madinah sudah tampak di pandangannya. Hal itu dilakukan Rasulullah karena cintanya kepada kota tersebut."Jika Rasulullah SAW tiba dari perjalanan dan melihat rumah-rumah Madinah maka Nabi mempercepat kendaraan dengan menggerakkan untanya karena kecintaan Nabi kepada Madinah," tulis KH Ma'ruf menerjemahkan sebuah hadits riwayat Imam Bukhari Nomor Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, KH Ma'ruf menjelaskan hadist tersebut menunjukkan tentang keutamaan Kota Madinah dan disyariatkannya cinta tanah air serta rindu terhadap negeri. Kecintaan terhadap negeri itu dapat diaktualisasikan dengan silaturahmi dan berlaku baik terhadap penduduknya."Negeri tersebut adalah negeri yang telah diketahui, dengan syarat kecintaan pada negeri tersebut untuk bisa bersilaturahim, atau berbuat baik kepada penduduk negerinya, orang fakir dan anak yatimnya," terang KH Ma'ruf dengan mengutip pandangan Syekh Al-Ajluni dalam kitab Kasyf Al Khafa'. Simak Video "Komentar Sana-sini soal Kader NU Diusulkan Jadi Cawapres" [GambasVideo 20detik] dil/dil
Meski Indonesia telah merdeka 77 tahun lalu, tapi sampai sekarang masih ada juga orang yang mempertentangkan wawasan kebangsaan dan ajaran agama. Mempertentangkan antara al-Quran dengan UUD 45; mempertentangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan negara Islam, dan selainnya. Sebagian orang mempermasalahkan jargon hubbul wathan minal iman sebagai hadits. Termasuk di antaranya masih berasumsi bahwa cinta tanah air tidak ada dalilnya dalam agama. Namun apakah sebenarnya cinta tanah air tidak ada dalilnya? Apakah jargon Hubbul wathan minal iman’ tak cukup dijadikan dalil cinta Tanah Air dalam Islam? Tentu cinta tanah air ada dalilnya baik dari Al-Qur’an, hadits, maupun dalil-dalil agama lainnya. Namun kalau yang dipermasalahkan adalah jargon atau jargon hubbul wathan minal iman’, apakah cukup atau tidak dijadikan sebagai dalil cinta tanah air, maka penjelasan Al-Hafizh as-Sakhawi 831 - 902 H menarik untuk disimak. Sebagai muhaddits atau pakar hadits, murid al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani ini menjelaskan, bahwa memang ungkapan populer atau jargon hubbul wathan minal iman’ bukan hadits. Lam aqif alaihi’, aku tidak menemukannya sebagai hadits’, kata as-Sakhawi. Namun demikian bukan berarti salah dan tidak dapat dijadikan pedoman. Menurut peneliti hadits-hadits populer ini, meski jargon hubbul wathan minal iman’ bukan hadits, namun maknanya sahih, maknanya benar. Kenapa demikian. Sebab jauh-jauh hari sebelum masa hidupnya jargon ini sudah dikenal dan diakui kebenarannya di lingkungan ulama Islam. Imam as-Sakhawi menjelaskan لَمْ أَقِفْ عَلَيْهِ وَمَعْنَاهُ صَحِيْحٌ فِي ثَالِثِ الْمُجَالَسَةِ لِلدَّيْنَوَرِيِّ مِنْ طَرِيْقِ الْأَصْمَعِيِّ سَمِعْتُ اَعْرَابِيًّا يَقُوْلُ إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَعْرِفَ الرَّجُلَ فَانْظُرْ كَيْفَ تَحَنُّنُهُ إِلَى أَوْطَانِهِ وَتَشَوُّقُهُ إِلَى إِخْوَانِهِ وَبُكَاؤُهُ عَلَى مَا مَضَى مِنْ زَمَانِهِ Artinya “Aku tidak menjumpai riwayat hubbul wathan minal iman’ sebagai hadits, sama sekali sebagai hadits, tapi secara substansial maknanya benar. Dalam bagian ketiga dari Kitab al-Mujalasah wa Jawahirul Ilmi karya Abu Bakar Muhammad bin Marwan ad-Dinawari w 333 H, dari jalur al-Asma’i terdapat riwayat Aku mendengar seorang badui berkata Apabila kamu ingin mengenali seseorang, maka perhatikan bagaimana kerinduannya pada tanah airnya, kekangenannya kepada kawan-kawannya dan tangisannya atas apa yang telah berlalu dari zamannya.” Abdurrahman as-Sakhawi, al-Maqasid al-Hasanah minal Ahadits al-Masyhurah alal Alsinah, [Dar al-Kitab al-Arabi], halaman 297. Penjelasan Imam as-Sakhawi sebagai pakar hadits ini memberi pemahaman bahwa meskipun jargon hubbul wathan minal iman’ bukan hadits, namun maknanya sahih, maknanya benar dan dapat dijadikan pedoman bagi umat Islam. Jargon ini sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu di dalam dunia Islam, utamanya di lingkungan ulamanya. Karenanya tidak aneh bila ulama di Nusantara pun memakainya sebagai jargon untuk memupuk jiwa nasionalisme dan patriotisme pada anak bangsa. Dari dulu hingga sekarang. Wallâhul a’lam. Ustadz Ahmad Muntaha AM, Founder Aswaja Muda dan Redaktur Keislaman NU Online.
Ilustrasi hubbul wathon minal iman. Foto unsplash. Hubbul wathon minal iman merupakan kalimat yang kerap diucapkan oleh para ulama pada saat ceramah bertema kemerdekaan dan nasionalisme. Istilah tersebut juga diabadikan menjadi lirik dalam lagu Syubbanul Wathon atau Ya Lal bahasa, hubbul wathon minal amin artinya cinta Tanah Air adalah sebagian dari iman. Istilah ini diyakini sebagai bagian dari hadits Rasulullah. Namun, Edi Rohani dalam buku Pendidikan dan Kewarganeragaaran menjelaskan, kalimat tersebut adalah hadits maudhu atau palsu dan tidak bisa dijadikan sebagai begitu, kalimat ini tidak salah menurut syariat Islam. Karena selaras dengan Rasulullah yang mencintai Mekah dan Madinah. Sehingga, banyak para ulama menggunakan istilah tersebut sebagai konsep dari ukhuwah wathaniyah dalam ajaran Na’im dalam buku Memahami Ahlus Sunnah Wal Jamaah, mendefisikan ukhuwah wathaniyah sebagai persaudaraan yang diikat oleh jiwa nasioanalisme tanpa membedakan agama, suku, warna kulit, adat-istiadat, budaya, atau aspek lainnya. Ukhuwah ini merupakan perwujudan dari surat Al Hujarat ayat 13 yang berbunyiيٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌArtinya Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, buku Nalar Kerukunan karya Saidurrahman dan Arifinsyah, melalui konsep hubbul wathon minal amin dan ayat di atas, ajaran Islam memperbolehkan umatnya untuk berhubungan dengan umat agama lain. Toleransi antar umat beragama ini dibatasi dengan batasan muamalah, yaitu hubungan kemanusiaan dan tolong menolong dalam sosial ini ukhuwah menjadi hal yang sangat penting demi terciptanya masyarakat yang rukun dan damai. Selain itu, ukhuwah memiliki beragam manfaat bagi umat Muslim. Apa saja?Manfaat Ukhuwah Bagi Umat MuslimIlustrasi manfaat ukhuwah. Foto Pixabay. Mengutip buku Jalan Menggapai Ridho Ilahi karangan Abdul Aziz Ajhari, dkk., berikut manfaat ukhuwah bagi umat IslamUkhuwah adalah pilar kekuatan IslamKekuatan Islam akan terwujud jika umat Muslim mampu menegakkan ukhuwah dan silaturahmi terhadap sesama, memperbanyak persamaan, dan memperkecil perbedaan. Namun, jika sesama umat muslim bermusuhan, tentunya agama Islam akan lemah dan tidak mempunyai merupakan bagian penting dari imanIman seseorang tidak akan sempurna tanpa disertai dengan ukhuwah. Begitu juga sebaliknya, ukhuwah tidak akan bermakna tanpa dilandasi dapat membangun mansyarakat mandaniMasyarakat madani adalah masyarakat ideal yang memiliki karakteristik yang menjunjung tinggi kedamaian, kerukunan, dan saling tolong menolong. Nilai-nilai tersebut akan dengan mudah terwujud, apabila setiap manusia memiliki ketulusan dan kemauan yang tinggi untuk membangun ukhuwah antar sesama.