*Makassar, 21/02 (Pinmas) - Para peserta Kongres XXV HMI yang berlangsung mulai Senin malam di Asrama Haji Sudiang, Makassar, sepakat untuk membahas masalah rekonsiliasi di tubuh HMI, khususnya antara HMI Dipo dan HMI MPO (majelis penyelamat organisasi). "Kami telah merekomendasikan wacana rekonsiliasi ini dalam forum-forum Kongres nanti dan teman-teman HMI MPO telah menyambut baik upaya
HMI yang masih berasaskan Islam, kemudian terjadi perbedaan pendapat di internal PB HMI kala itu. Harry Azhar Azis yang menjabat Ketua Umum PB HMI kemudian memutuskan bahwa HMI menerima asas tunggal Pancasila. Hal itu kemudian disahkan pada Kongres HMI ke-16 di Padang.
Hingga saat ini, HMI masih tetap terbagi menjadi DIPO dan MPO. Namun, semangat pengkaderan dan penerapan nilai-nilai keislamaan dan keindonesiaan masih tetap menjadi nafas perjuangan dari kader-kader HMI DIPO maupun MPO.
Baik HMI Dipo maupun HMI MPO dengan demikian adalah bagian dari perjalanan sejarah HMI. Karena itu langkah pertama yang sebaiknya ditempuh jika penyatuan HMI ingin direalisasikan adalah masing-masing kubu harus rela mengakui bahwa kubu yang lain adalah bagian dari dan saudara se-HMI, pengakuan ini pada tahap selanjutnya mesti diikuti dengan
5 Tujuan,Fungsi dan peran 2. Jelaskan Fungsi HmI sebagai Organisasi Perjuangan 3. Hubungan integral antara status, sifat, asas, tujuan, fungsi, dan peran HMI TERM OF REFRENCE SCREENING LATIHAN KADER II (INTERMEDIATE TRAINING) HMI CABANG GARUT. SPI SPH
2PfirPl.